Belajar Investasi

Fungsi SID (Single Investor Identification) dan Cara Mendapatkannya

Saat memilih berinvestasi saham, obligasi, atau reksadana, setiap investor diwajibkan untuk memiliki Single Investor Identification atau SID. Kegunaan SID cukup sederhana, yakni sebagai identitas...

Apa Sih Growth Investing? Ini Cara Memulainya!

Investasi dalam bentuk apa pun harus kamu lakukan dengan penuh perhitungan. Dalam dunia saham, kamu akan mengenal strategi yang disebut dengan istilah growth investing....

Strategi Cut Loss dalam Trading dan Investasi Saham

Saat melakukan trading dan investasi, kamu perlu mengedepankan pikiran yang logis. Pengambilan keputusan yang berlandaskan pada emosi, berpotensi menimbulkan kerugian yang besar. Salah satunya...

Tips Bisnis

Saluran Distribusi: Pengertian dan Tahapannya

Supaya tingkat produksi suatu produk yang dibuat oleh perusahaan dapat tiba ke tangan pelanggan tanpa kendala, perusahaan membutuhkan strategi Jadi, apa itu saluran distribusi? Secara...

Contoh Surat Dinas yang Baik dan Benar

Cara pembuatan surat dinas jauh berbeda kalau dibandingkan surat pribadi. Apalagi, surat dinas merupakan representasi dari sebuah lembaga, baik swasta ataupun pemerintah. Meski begitu,...

Fungsi SID (Single Investor Identification) dan Cara Mendapatkannya

Saat memilih berinvestasi saham, obligasi, atau reksadana, setiap investor diwajibkan untuk memiliki Single Investor Identification atau SID. Kegunaan SID cukup sederhana, yakni sebagai identitas...

Berita Bisnis

Saluran Distribusi: Pengertian dan Tahapannya

Supaya tingkat produksi suatu produk yang dibuat oleh perusahaan dapat tiba ke tangan pelanggan tanpa kendala, perusahaan membutuhkan strategi Jadi, apa itu saluran distribusi? Secara...

Contoh Surat Dinas yang Baik dan Benar

Cara pembuatan surat dinas jauh berbeda kalau dibandingkan surat pribadi. Apalagi, surat dinas merupakan representasi dari sebuah lembaga, baik swasta ataupun pemerintah. Meski begitu,...

Ini Nih Daftar Aksi Korporasi dalam Suatu Perusahaan

Untuk melebarkan sayap bisnisnya, perusahaan akan melakukan berbagai cara. Salah satu tindakan yang cukup lazim adalah aksi korporasi. Buat kamu yang belum tahu, perusahaan...

Kabar Akseleran

Akseleran Tutup Kuartal Kedua 2021 dengan Tumbuh 154%

"Rekor tertinggi di sepanjang hampir empat tahun terakhir ini terjadi di bulan Juni yang mencapai sebesar Rp160 miliar lebih" JAKARTA – Menutup kuartal kedua tahun...

6 Jenis Serta Harga Vaksin Covid yang Perlu Kamu Ketahui!

Seperti yang kita ketahui belakangan ini pemerintah sedang gencar melaksanakan vaksinasi secara bertahap, harapannya dengan melakukan vaksinasi secara nasional Indonesia dapat mencapai Herd Immunity...

4 Alasan Pentingnya Online Seller Financing Bagi Pemilik Toko Online

Bagi Kamu yang memiliki toko online tentunya sudah merasakan persaingan yang ketat, baik itu dengan sesama penjual online di e-commerce, di instagram, atau bahkan...

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) sebagai Platform Peer-to-Peer (P2P) Lending Indonesia saat ini telah resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 77/POJK.01/2016.

Akseleran tidak memberikan rekomendasi pinjaman dan tidak mengelola dana pinjaman dari para pengguna terdaftar di situs ini. Akseleran berperan menyelenggarakan situs peer-to-peer lending www.akseleran.co.id yang menghubungkan usaha tahap awal dan UKM yang membutuhkan pinjaman dengan para calon pemberi pinjaman, serta mengurus tertib administrasi dari pinjaman yang berhasil dicairkan.

Pemberian pinjaman mengandung risiko, di antaranya risiko kredit/gagal bayar, risiko likuiditas agunan, maupun risiko proses hukum. Pastikan Anda memahami risiko yang ada sebelum Anda memberikan pinjaman. Pelajari risiko lebih lanjut dengan menuju halaman Risiko Pemberian Pinjaman.

Sebagai penerima pinjaman, Anda bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran pokok dan bunga pinjaman Anda. Sesuai Pasal 1131 KUHPerdata, setiap aset milik penerima pinjaman menjadi jaminan untuk setiap perikatan yang dibuat. Dengan demikian, dalam hal Anda gagal melakukan pembayaran, Anda dapat kehilangan aset atau harta kekayaan Anda.

(i) Pengguna Layanan Pinjaman Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (“Fintech Lending“) merupakan wujud kesepakatan dan hubungan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala resiko dan akibat hukum daripadanya ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak yang berkontrak. (ii) Resiko Kredit atau Gagal Bayar dan seluruh kerugian dari atau terkait dengan kesepakatan pinjam meminjam ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas resiko gagal bayar dan kerugian tersebut. (iii) Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman Pinjam-Meminjam atau Fintech Lending, disarankan tidak menggunakan layanan ini. (iv) Sebelum memanfaatkan Fintech Lending, Penerima Pinjaman wajib mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya-biaya lainnya sesuai dengan kemampuannya dalam melunasi pinjaman. (v) Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial serta dapat menjadi alat bukti hukum yang sah menurut peraturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dalam proses penyelesaian sengketa dan penegakan hukum. (vi) Masyarakat Pengguna wajib membaca dan memahami informasi ini sebelum keputusan sebagai Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman. Keputusan Pengguna untuk memanfaatkan Fintech Lending merupakan suatu wujud dan bukti pemahaman atas informasi ini.